Atlanta – Atmosfer panas sudah terasa di kawasan Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, beberapa jam sebelum laga semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Inggris, Rabu (15/7) waktu setempat. Ribuan pendukung La Albiceleste memadati area sekitar stadion sejak pagi demi memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan mereka.
Meski pertandingan baru dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 waktu lokal, para suporter Argentina telah memenuhi kawasan stadion sejak sekitar pukul 10.00. Antusiasme mereka terlihat jelas, bahkan ketika akses masuk ke stadion belum dibuka. Pihak penyelenggara sendiri baru mengizinkan penonton memasuki arena sekitar pukul 12.00 waktu setempat.
Lautan biru langit dan putih mendominasi area sekitar stadion. Para pendukung datang dengan mengenakan jersey tim nasional Argentina, membawa bendera berukuran besar, syal, hingga berbagai atribut khas yang identik dengan juara bertahan Piala Dunia tersebut.
Sepanjang pagi, nyanyian dan yel-yel dukungan terus menggema di sekitar stadion. Sejumlah kelompok suporter tampak bernyanyi bersama sambil menabuh drum dan mengibarkan bendera. Suasana meriah itu menjadi gambaran besarnya harapan masyarakat Argentina agar tim asuhan Lionel Scaloni mampu kembali melangkah ke partai puncak.
Di sisi lain, pendukung Inggris memilih berkumpul di lokasi yang berbeda. Mereka memadati sejumlah bar dan pusat hiburan di sekitar Stadion Mercedes-Benz sebelum bergerak bersama menuju arena pertandingan. Pemisahan titik kumpul kedua kelompok suporter dilakukan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus penonton menjelang kick-off.
Laga semifinal ini menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di Piala Dunia 2026. Argentina datang dengan status juara bertahan setelah mengangkat trofi di Qatar pada 2022. Kini, Lionel Messi dan kawan-kawan berambisi mempertahankan gelar sekaligus mencatatkan sejarah sebagai tim yang mampu menjuarai dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Pelatih Lionel Scaloni diperkirakan kembali mengandalkan permainan kolektif yang menjadi kekuatan utama Argentina sepanjang turnamen. Konsistensi permainan, lini tengah yang solid, serta pengalaman para pemain senior menjadi modal penting menghadapi Inggris yang tampil impresif sejak fase grup.
Sementara itu, Inggris juga mengusung motivasi besar. The Three Lions bertekad mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966. Kesempatan tampil di semifinal menjadi peluang emas bagi skuad Inggris untuk kembali mengukir sejarah di panggung sepak bola dunia.
Secara historis, duel Argentina kontra Inggris selalu menyita perhatian publik. Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim, Inggris unggul dalam jumlah kemenangan. Dari 14 laga yang telah dimainkan, Inggris meraih enam kemenangan, Argentina mencatat tiga kemenangan, sedangkan lima pertandingan lainnya berakhir imbang.
Meski demikian, Argentina memiliki sejumlah kenangan manis ketika menghadapi Inggris di ajang Piala Dunia. Salah satu yang paling dikenang terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986. Saat itu, Diego Maradona mencetak dua gol ikonik yang membawa Argentina menang 2-1 sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Pertemuan penting lainnya terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan sebelum Argentina memastikan kemenangan melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.
Kini, sejarah baru siap ditorehkan di Atlanta. Dengan dukungan ribuan suporter yang telah memenuhi kawasan Stadion Mercedes-Benz sejak berjam-jam sebelum pertandingan dimulai, Argentina berharap energi positif dari tribun mampu mengantar mereka melewati hadangan Inggris dan menjaga mimpi mempertahankan mahkota juara Piala Dunia tetap hidup.





