Jakarta – Kepolisian mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Sebanyak 569 personel diterjunkan dalam pengamanan. Mereka merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek yang berada di wilayah hukum Jakarta Pusat. Seluruh personel ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi lokasi konsentrasi massa maupun jalur yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan aparat telah menyiapkan pola pengamanan sesuai prosedur untuk mengawal jalannya demonstrasi. Menurutnya, aksi unjuk rasa akan diikuti oleh beberapa kelompok masyarakat dengan lokasi utama di kawasan Gambir.
Salah satu massa yang dijadwalkan menggelar aksi berasal dari Koalisi Aktivis Banten Bangkit. Kegiatan tersebut direncanakan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan diperkirakan berlangsung di area yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan.
“Kami telah menyiapkan pengamanan untuk aksi unjuk rasa dari Koalisi Aktivis Banten Bangkit dan beberapa elemen massa lainnya di wilayah Gambir,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Selain menempatkan personel di lapangan, kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional. Kebijakan tersebut akan diterapkan apabila jumlah peserta aksi meningkat atau arus kendaraan di sekitar lokasi demonstrasi mengalami kepadatan yang signifikan.
Erlyn menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas tidak diberlakukan secara permanen. Petugas akan menyesuaikan kondisi di lapangan sehingga mobilitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan lancar tanpa mengurangi efektivitas pengamanan.
“Kami akan melihat perkembangan situasi. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai kondisi dan jumlah massa di lokasi aksi,” katanya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak di sekitar kawasan Gambir untuk memilih jalur alternatif. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan sekaligus memperlancar arus kendaraan selama demonstrasi berlangsung.
Di sisi lain, aparat meminta seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Demonstrasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang, namun pelaksanaannya tetap harus menjaga ketertiban umum serta menghormati hak masyarakat lain yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Petugas pengamanan juga diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis selama mengawal jalannya aksi. Koordinasi dengan koordinator lapangan terus dilakukan agar setiap tahapan kegiatan dapat berlangsung kondusif dan menghindari potensi gesekan di lapangan.
Pengamanan aksi unjuk rasa menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di ibu kota. Dengan kesiapan personel serta pengaturan lalu lintas yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan, diharapkan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal meski terdapat penyampaian aspirasi di ruang publik.
Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari kepolisian mengenai kondisi lalu lintas dan pengamanan selama aksi berlangsung. Dengan kerja sama seluruh pihak, demonstrasi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu keamanan maupun kenyamanan warga Jakarta.



