Jakarta – Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di ajang International Physics Olympiad (IPhO) 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung di Bucaramanga, Kolombia, para pelajar Indonesia berhasil membawa pulang lima medali yang terdiri atas satu emas, dua perak, dan dua perunggu.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Kolombia, Tatang Budie Utama Razak. Menurutnya, pencapaian para siswa menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional apabila memperoleh dukungan pendidikan yang memadai.
“Kita harus terus menjadikan pendidikan sebagai prioritas agar semakin banyak talenta muda Indonesia berkembang dan mampu berkompetisi di panggung dunia,” ujar Tatang dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Ia juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan penghargaan kepada para pelajar yang berhasil mengharumkan nama Indonesia melalui ajang akademik internasional. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memotivasi generasi muda agar terus mengembangkan kemampuan di bidang sains dan teknologi.
Berdasarkan data dari Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Indonesia sukses meraih satu medali emas melalui Evan Syatia To, siswa SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Sementara itu, dua medali perak dipersembahkan oleh Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya Jakarta serta Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.
Adapun dua medali perunggu diraih Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin Jakarta dan Juan Richie dari SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat.
Prestasi tersebut memperpanjang catatan positif Indonesia dalam berbagai olimpiade sains internasional. Para peserta yang mewakili Merah Putih merupakan hasil seleksi nasional yang ketat sebelum akhirnya menjalani pembinaan intensif untuk menghadapi kompetisi dunia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota turut memberikan dukungan kepada tim selama mengikuti Olimpiade Fisika Internasional ke-56 yang berlangsung pada 4 hingga 12 Juli 2026. Kehadiran perwakilan pemerintah diharapkan mampu memberikan semangat kepada para peserta yang bertanding jauh dari Tanah Air.
International Physics Olympiad merupakan salah satu kompetisi akademik paling bergengsi bagi siswa sekolah menengah atas di bidang fisika. Setiap negara mengirimkan peserta terbaik untuk menguji kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan ilmiah yang menuntut pemahaman konsep sekaligus kemampuan analisis tinggi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi diikuti oleh 381 peserta dari 93 negara, yang terdiri atas 87 negara peserta dan enam negara berstatus observer. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya persaingan dalam ajang yang menjadi tolok ukur kemampuan akademik pelajar di tingkat global.
Selama kompetisi, seluruh peserta menjalani dua jenis ujian utama, yakni ujian eksperimen dan ujian teori. Masing-masing berlangsung selama lima jam dengan materi yang mencakup mekanika, termodinamika, fisika statistika, elektromagnetik, optik, fisika modern, hingga fisika kuantum.
Seluruh hasil pekerjaan peserta kemudian diperiksa dan dimoderasi oleh dewan juri internasional sebelum penetapan peraih medali. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan penilaian berlangsung objektif dan sesuai standar kompetisi internasional.
Keberhasilan Indonesia membawa pulang lima medali menjadi bukti kualitas pendidikan sains nasional yang terus berkembang. Capaian ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pelajar untuk menekuni bidang sains sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai kompetisi akademik dunia.
Dengan dukungan pemerintah, sekolah, serta pembinaan yang berkelanjutan, prestasi para siswa di IPhO 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya generasi muda berprestasi yang mampu membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.





